Selasa, 01 Mei 2012

Barrichello Dukung Massa Bertahan
Felipe Massa mencatat awal yang sangat buruk pada musim ini/Getty Images
Felipe Massa mencatat awal yang sangat buruk pada musim ini
RIO DE JANEIRO – Rubens Barrichello sadar masa depan Felipe Massa di Ferrari tengah di ujung tanduk. Sebagai teman baik, Barrichello tentunya berharap Massa dipertahankan tim Kuda Jingkrak.

Menariknya, akhir pekan kemarin, Massa muncul dalam event Indy Car Sao Paulo. Kemunculannya ini mengapungkan spekulasi bahwa Massa akan pindah balapan.

Apalagi, Barrichello yang notabene merupakan teman dekat Massa sudah lebih dulu hijrah ke ajang Indy Car di Amerika Serikat. Posisi Massa di Ferrari memang kritis karena hanya meraih dua poin dari empat seri perdana—berselisih 41 poin dari rekan setimnya Fernando Alonso.

Namun, Barrichello yang pernah membalap bagi Ferrari pada 2000-2005 yakin Massa bakal bertahan. Kemunculan Massa di Indy Car Sao Paulo hanyalah kunjungan sosial belaka.

“Dia datang ke sini karena saya mengundangnya. Sebuah kehormatan menerimanya di sini,” kata Barrichello seperti dikutip dari Autosport, Selasa (1/5/2012).

“Dia tidak berada di sini untuk mencari pekerjaan. Orang ini akan membalap di F1 lebih banyak lagi,” tegas Barrichello.

“Ketika menghadapi masalah, kamu harus tersenyum dan merasa nyaman dengan diri kamu sendiri. Yang terpenting adalah apa yang ada dalam dirinya, di mana dia terlihat santai,” urai pria asal Brasil yang kini berumur 39 tahun ini.

Senin, 30 April 2012

2013, Webber Gantikan Massa?
Mark Webber di sesi konferensi pers GP Bahrain (Foto: Getty Images)
Mark Webber di sesi konferensi pers GP Bahrain
MARANELLO - Meski sudah dibantah, namun isu seputar masa depan Mark Webber terus saja bermunculan. Yang terkini, pembalap veteran Australia itu dikabarkan bakal merapat ke Ferrari.

Adalah media Spanyol, El Confidential, Senin (30/4/2012) yang kembali memunculkan isu bahwa Webber akan keluar dari Red Bull pada akhir musim ini. Pembalap veteran 35 tahun itu disinyalir bakal merapat ke Ferrari untuk menggantikan Felipe Massa yang kemungkinan besar dibuang tim Kuda Jingkrak karena gagal memberikan kontribusi maksimal.

Klaim El Confidential ini bukan tanpa alasan. Adalah Flavio Briatore, mantan bos F1 yang diyakini bakal jadi kunci bergabungnya Webber ke Ferrari. Briatore sendiri sempat terlihat beberapa kali mengunjungi markas Ferrari di Maranello.

Namun, El Confidential menyebut masa kebersamaan Webber bersama Ferrari hanya akan berlangsung singkat. Diyakini, Webber hanya akan dipercaya selama semusim (F1 2013) dan dilepas pada musim berikutnya.

Pemicunya adalah Sergio Perez. Ya, pembalap muda Meksiko ini memang santer dikabarkan tengah jadi bidikan utama. Namun, sebelum merekrutnya, Ferrari ingin terlebih dulu melihat potensi Perez. Pembalap 22 tahun ini kabarnya baru akan direkrut pada 2014, saat dirinya dianggap sudah cukup matang.

Minggu, 29 April 2012

Salo: Kimi Akan Berjuang Rebut Gelar
Kimi Raikkonen. (Foto: Getty Images)
Kimi Raikkonen.
HELSINKI – Mantan pembalap Formula One (F1) asal Finlandia, Mika Salo menganggap rekan senegaranya Kimi Raikkonen bakal mampu menjalankan tugasnya dengan baik musim ini.

Kimi resmi kembali ke F1 dan bergabung bersama Lotus Renault GP, setelah menghabiskan dua musim berlaga di World Rally Championship. Namun, langkah Kimi tersebut tidak lantas menjadikan performanya menurun.

Mantan juara dunia F1 musim 2007 itu melakukan start pada posisi 11 dan bersaing ketat dengan pembalap asal Jerman Sebastian Vettel dari Red Bull untuk meraih podium pertama. Sayang Vettel berhasil mempertahankan posisi dan Kimi hanya meraih podium kedua pada GP Bahrain kemarin.

Sedangkan rekan setimnya, Romain Grosjean berada setingkat di belakang Kimi. Fakta ini menunjukkan bahwa Lotus tengah berada dalam musim yang kuat, hal inilah yang kemudian menjadikan Salo yakin bahwa Kimi mampu meraih gelar pada musim ini.

“Tim yang paling konsisten saat ini adalah Lotus, mereka sukses menjadi yang tercepat sejauh ini,” kata Salo seperti dilansir Planet F1, Minggu (29/4/2012).

“Dalam hal ini situasi Kimi terlihat sangat baik. Saya yakin bahwa ia akan terus berjuang hingga akhir musim demi meraih gelar juara musim ini,” tandas Salo.

Jumat, 27 April 2012

Button: Uji Coba di Mugello Tak Ada Manfaatnya
Jenson Button. (Foto: Daylife)
Jenson Button.
MUGELLO - Pembalap asal McLaren, Jenson Button, menilai bila rencana uji coba dilakukan di Sirkuit Mugello pekan depan oleh McLaren tidak ada manfaat yang didapatkannya.

Seperti diketahui, McLaren akan melakukan uji coba pembalapnya di Italia. Rencananya McLaren akan menguji para pembalapnya seperti, Gary Paffett dan Oliver Turvey, di sesi uji coba di Italia itu.

Sebelumnya, Lewis Hamilton yang merupakan rekan satu timnya meminta pengaturan jadwal ulang agar bisa menjalani istirahat usai tampil buruk di Bahrain. Sayang, tim tetap pada rencana awal, yang mana Paffett dan Turvey akan berbagi tempat di Mugello selama tiga hari.

Soal uji coba ini, Button sendiri sejak awal tidak pernah berencan untuk ikut serta. Pasalnya, pembalap asal Inggris ini menilai tidak ada manfaat yang bisa didapati dari uji coba di Mugello.

Terlebih, sirkuit itu sendiri belum pernah dipakai untuk uji coba sebelumnya. Alasan terakhir, adalah bila McLaren tidak ada rencana untuk melakukan perubahan secara signifikan di Italia nanti.

“Alasa kenapa kita tidak akan pergi kesana karena saya tak pernah ke  Mugello sebelumnya. Saya merasa tidak akan pernah mendapatkan manfaat karena tidak perubahan besar di sana,” ujarnya Press Association, Jumat (27/4/2012).

“Untuk test Driver mendapatkan banyak jam terbang dan mencoba beberapa hal yang cukup ekstrim saya pikir bagus, Namun, kita sendiri tidak perlu ada di sana," pungkasnya.

Selasa, 24 April 2012

Button Bingung dengan Problem McLaren
Jenson Button
WOKING - Pembalap McLaren Jenson Button sadar timnya sedang bermasalah. Hanya saja Button masih bingung karena belum menemukan dengan gamblang apa yang menjadi permasalahan di timnya itu.

Button memang pantas bingung, sebab selama ini performa mobilnya baik dan cepat. Bahkan dirinya sempat merajai seri pertama F1GP di sirkuit Albert Park, Australia dengan meraih podium utama di sana. Tetapi di GP Bahrain Minggu lalu, Button tidak tampil optimal, bahkan hanya meraih posisi 18 pada akhir balapan.

“Kami beradu cepat dengan Ferrari dan pada beberapa balapan di tahun ini mereka lebih lambat dibanding kami. Sulit di mengerti apa yang menjadi problem kami,” tutur Button, seperti dilansir dari LondonEveningStandard, Selasa (24/4/2012).

“Saya tahu kami memiliki batasan untuk membuat kesalahan karena kami memiliki begitu banyak kesalahan. Kami harus berkembang. Saya pikir kami cepat, tetapi kami harus lebih baik dalam menjaga konsistensi performa,” tandasnya.

Konsistensi performa memang wajib dijaga oleh Button bila memang ingin serius mengincar gelar juara. Sejauh ini Button menduduki peringkat empat klasemen sementara pembalap F1 dengan raihan 43 poin.

Senin, 23 April 2012

Menangi GP Bahrain, Vettel Belum Yakin Kompetitif
Sebastian Vettel rayakan kemenangan GP Bahrain (Foto: Getty)
Sebastian Vettel rayakan kemenangan GP Bahrain
SAKHIR – Meski baru saja memenangi Grand Prix Formula One Bahrain, pembalap Red Bull Sebastian Vettel tidak percaya kemenangannya membuat perubahan dalam peta kekuatan persaingan gelar juara dunia.

Menyandang status juara bertahan, Vettel yakin hasil musim ini akan terus berjalan tanpa bisa diduga oleh siapapun. Driver asal Jerman ini juga menilai McLaren masih memiliki mobil yang tercepat.

"Ini musim yang sangat ketat, mobil-mobil yang sangat dekat satu sama lain dan hal-hal kecil dapat membuat perbedaan besar pada hari Minggu," kata Vettel seperti dilansir Autosport, Senin (23/4/2012).

"Saya pikir sejak memulai musim ini, kami katakan McLaren memiliki mobil tercepat, tapi tak terlalu jauh dengan mobil lain, itu terlihat dengan hasil hari Minggu yang selalu menghasilkan juara berbeda. Namun, saya pikir mereka masih memiliki satu paket terkuat,” terangnya.

"Tapi Anda perlu untuk mendapatkan segalanya dengan benar, Anda harus memiliki ban yang tepat, Anda harus memperlakukan mobil dengan tepat, Anda perlu menemukan set-up cocok saat akhir pekan, sehingga banyak hal yang harus diwaspadai," jelasnya.

Vettel sendiri mengaku, hasil gemilang yang diraihnya pada balapan kali ini tak terlepas dari pelajaran yang diambil timnya saat gagal juara di GP China. Berkat kegagalan tersebut, Red Bull mampu mengetahui kelemahan yang dimiliki mereka.

"Saya sangat senang kami berhasil menang di sini. Kami sesungguhnya tidak cukup yakin bagaimana kami akan kompetitif selanjutnya," beber Vettel.

"Saya pikir China adalah pelajaran yang sangat baik bagi kami untuk memahami kelemahan mobil. Kami sedikit lebih tahu mengemudi dengan dua mobil yang berbeda. Di sini kami fokus pada paket baru dan mendorong untuk terus berada di depan," tandasnya.

Minggu, 22 April 2012

Vettel Dedikasikan Pole-Position untuk Tim

Awak tim sempat kekurangan tidur untuk memperbaiki kinerja mobilnya.
 Pembalap Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel 
NEWS - Setelah terpuruk dalam 3 seri, Sebastian Vettel kembali menunjukkan tajinya. Di seri ke-4 GP Bahrain, sang juara bertahan mengamankan pole position setelah mencatatkan waktu terbaik pertama di Kualifikasi.

Atas prestasinya tersebut, dia memberikan penghargaan kepada seluruh awak tim yang telah berjuang keras memperbaiki performa mobilnya hingga mencapaii titik ideal di GP Bahrain.
Pembalap belia asal Jerman tersebut merasa mobilnya telah mencapai tingkat yang kompetitif di Bahrain. "Tentu saja, saya merasa sangat luar biasa. Saya ingin memberikan capaian ini kepada tim," kata Vettel dilansir dari Autosport.

Dia sadar, bukan perkara mudah mencapai ekspektasi di edisi 2012."Tentu banyak harapan di musim yang lebih dari segalanya. Itu yang selalu kami harapkan. Namun tidak semuanya bisa terpenuhi."

Namun kerja keras tanpa kenal lelah dari seluruh komponen tim, membuat Vettel mulai bisa bernafas lega. "Kami telah bekerja keras dengan mobil. Ada banyak perbaikan di berbagai area agar kami bergerak maju ke depan. Kami melewati balapan di China dan kami  sempat kurang tidur dalam beberapa balapan."

"Kami semua berutang hasil kepada tim. Mobil lebih baik di sepanjang akhir pekan ini. Saya tidak memiliki waktu yang cukup baik di Q1 dan Q2. Tetapi kami tahu, bisa mencapainya," ujarnya.

Berangkat dari hasil masif tersebut, tidak lupa Vettel memberikan resep rahasinya. Spesifikasi saluran gas buang yang dikembalikan tim seperti sebelumnya, menurutnya memberikan keuntungan lebih baginya untuk mencapai tingkat kecepatan yang diharapkan.

"Keseimbangan yang saya miliki secara keseluruhan dalam dua balapan pertama, tidak membuat saya bahagia. Jadi kami memutuskan untuk mengembalikannya dan melihat di mana kami berada," katanya.

"Sangat baik bisa mendapatkan perbandingan lurus. Kami mendapatkan mobil dengan paket baru. Namun paket lama memberi kami keuntungan. Saya pikir, itu membantu kami di akhir pekan ini. Mencoba melakukan settingan pada mobil, bekerja dengan ban yang sangat rumit di musim ini," imbuh Vettel.